Alamak Mantab kali Puncak B-29

12.36.00

Huhh...akhirnya aku bisa juga nulis laporan liburanku (bah, kayak anak kuliahan aja pakek laporan segala...hahaa). Sebenarnya aku udah lama banget pengen nulis di blog, tapi karena kesibukan dan kemalasanku baru sekarang bisa nulis. Ditulisan yang pertamaku ini, aku mau cerita tentang pengalamanku waktu aku liburan semester lalu, di bulan Juni. "Alamak...mantab kaliii", mungkin kata itu pun belum cukup untuk menggambarkan mantabnya pengalamanku sewaktu jalan-jalan sendirian ke sebagian kecil daerah di Pulau Jawa dengan menaiki bus, kapal, dan kereta, biar belajar dan tau aku kekurangan dan kelebihannya.
Hari itu hari kamis, hari bersejarah buatku. Iya, hari bersejarah, karena di hari aku memutuskan untuk jalan-jalan sendirian. Seharusnya aku jalan berdua sama teman satu kampusku, tapi karna ada hal mendadak dia ga bisa ikut. Bah,,disitu, di H-1 aku dilema kali, antara pergi atau enggak, kek mana pulak gak dilema, satu sisi aku pengen kali menuntaskan visi yang uda lama ini, sisi yang lain, teman-temanku nyaranin buat ngebatalin karna takut ada hal yang ga diinginkan. Setelah berpikir keras dan berdoa aku akhirnya putuskan buat tetap pada rencana semula, tetap jalan meskipun sendirian.
Besoknya (Cit.....citt...cit.....kukuruyukkkkkkkk) suara burung dan ayam tetangga ngebangunin aku. Bah, ga terasa uda jam 8 pagi, akupun langsung bangun dan mandi karna jam setengah 9 aku harus berangkat ke terminal ubung. Setelah mandi mandi akupun langsung diantar sama sahabatku ke terminal Ubung. Sekitar 1jam perjalanan dari kosku, kamipun nyampe di Terminal Ubung, dan dari Ubung aku akan memulai perjalanan pertamaku ke Lumajang, Jawa Timur.
Sekedar berbagi pengalaman, buat teman-teman yang mau jalan-jalan menggunakan jalur darat ataupun bus dari Terminal Ubung Denpasar, sebaiknya langsung cari bus yang akan berangkat ke daerah yang kalian tuju. Jangan percaya dengan calo yang ada di terminal ubung karna kayak calo pada umumnya, harga yang mereka tawarkan lebih mahal dibandingkan harga sebenarnya. Dan beruntungnya, aku adalah salah satu korbannya. Kenapa beruntung pulak ?? Beruntunglah, karna aku tau hal ini lebih awal sehingga kedepannya aku ga akan kenak lagi kejadian kayak gini (Ciyee....sok bijak..hahaa)
Balik lagi ke topik pembicaraan yang kadang keluar dari pembicaraan...hahhaa
Akhirnya, berangkat juga bus kelas ekonomi yang kunaiki. Setelah 3 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Pelabuhan Gilimanuk, tempat yang akan mengantarkan kami menginjakkan tanah di Pulau Jawa. Setelah 45menit dari Pelabuhan Gilimanuk, akhirnya kami sampai di Pelabuhan Ketapang, Bayuwangi, Ujung Timur Pulau Jawa.
Alamak, atmospherenya beda kali memang dibanding pulau kecil nan indah itu. Aku jadi teringat sama omongan kawanku, dia bilang "nanti kalo kau keluar dari surga Indonesia ini, kau akan ngerasa beda, gak tau kenapa, nanti kau tau kok". Dan, memang betul aku ngerasa beda, perbedaannya itu  karena bentuk bangunan, tingat keramaian, budaya sehari-hari dan pastinya banyak bule yang cantik...hahaha
Setelah 6 jam perjalanan, akupun nyampe di Terminal Lumajang.




























Pas uda nyampek, akupun langsung ngabarin temanku, mas yoyok yang aku kenal dari sosial media yang sebelumya uda aku kabarin kalo aku mau ke lumajang. Gak lama nunggu, dia pun datang untuk jemput aku dan istirahat dirumahnya. Tiba dirumahnya, akupun disambut keluarganya. Senang kali rasanya bisa disambut hangat sama orang yang baru pertama kali aku temui karna sebelumnya aku gak pernah disambut sebaik ini sama orang yang pertama kali aku jumpai (Ciyee….curhat. hahaha).
Keesokan harinya, kami pun menuju ke tempat yang selama ini kucari, Puncak B-29, Desa Argosari. Aku takjub kali sama tempat ini, mungkin karna ini pertama kalinya aku mengunjungi daerah dataran tinggi, terlebih daerah yang tingginya 2900mdpl. Makjanggg, selama diperjalanan mengendarai motor aku jantungan kali karna aku ini orangnya takut sama ketinggian. Terlintas dibenakku, ah gimana nanti kalo aku jatuh kebawah ya, bahhh…mampuslah aku. Plakkkk !!!!! aku pun nampar pipiku sendiri untuk menghilangkan semua ketakutanku itu. Huh, akhirnya setelah 1jam perjalanan, kami pun sampai ke desa argosari. Busetttt…mantab kali tempatnya. Dari sini bisa ngeliat dengan jelas Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, bahkan dari sini lebih jelas keliatan dibandingkan dari rumah temanku, mas yoyok. Pas nyampek, kamipun disambut oleh temannya mas yoyok, masyarakat desa argosari. Akupun langsung narok tasku ke rumah mas panji, temannya mas yoyok. Abis itu, kami langsung jalan-jalan disekitar desa argosari sambil ngobrol tentang tempat wisata ini. Ternyata mayoritas masyarakat desa argosari beragama Hindu, sama kayak di Bali. Disini juga banyak dijumpai pelinggih dan pura, yang membedakan adalah di pelinggih desa argosari gak ada kain yang bermotif catur, tapi secara bentuk sama. Tapi, meskipun mayoritas beragama hindu seperti di Bali, jangan kira mereka bisa berbahasa bali karna bahasa yang mereka gunakan ialah bahasa Jawa (ya..iya lah..masak asli masyarakat jawa pake bahasa batakk..hahaa)




Dari hasil obrolan kami, akupun tau kalo sebenarnya “Negeri Diatas Awan, Puncak B-29” ini udah dibuka sejak pertengahan 2011, dan ide mengenai objek wisata ini muncul dari anak kepala desa dari desa argosari sendiri. Objek wisata ini juga udah beberapa kali dikunjungi oleh stasiun tv swasta. Bahh…mantab juga tempat ini ya, tapi sayang, potensi wisatanya tidak dikembangkan secara maksimal, padahal jika dikembangkan secara serius tempat ini akan sangat membantu perekonomian masyarakat setempat yang hanya memanfaatkan sektor pertanian. Dan menurutku desa ini sangat cocok dijadikan desa wisata ataupun ekowisata dengan menjadikan masyarakat setempat, lingkungan dan budayanya sebagai objek wisata dengan pendekatan konservasi.
Lanjut  kecerita, karena hari udah malam, kamipun balik lagi kerumah mas panji untuk istirahat karna besok pagi harus bangun biar bisa ngeliat sunrise yang mantab kali katanya. Oia, kalo mau kesini kalian harus bawa jaket yang tetap hangat ditempat yang dingin karna disini alamakkk dingin kali bahh, lebih dingin dari kampungku yang ada di Berastagi. Ngeliat aku yang gak bisa tidur karna kedinginan, mas panji pun ngajak aku kehalaman rumahnya untuk menghangatkan badan di api unggun sederhana yang dibuatnya. Awalnya sih hangat, tapi lama kelamaan dingin juga karena disini memang dingin kali. Berhubung udah jam 12 malam, akupun balik kekamar dan tidur meskipun masih terasa dinginnya.

Keesokan paginya, jam setengah 5 pagi, akupun dibangunkan mas panji untuk menuju puncak b-29 yang berjarak sekitar 500 meter dengan kondisi jalan menanjak. Untuk menghemat waktu, kamipun menggunakan sepeda motor untuk sampai ke puncak. Dan setelah nyampek dipuncak, alamakkk luar biasa kali ciptaanNya, luar biasa indahNya dan luar biasa dinginnya sampek bibirku beku, susah buat ngomong dan digerakkan. Busett, ini memang tempat terindah yang pernah kukunjungi selama hidupku (alamakkk, lebay kali hahaa). Berikut gambar sunrise dari kamera sederhanaku.






















































Dan kami bukanlah satu-satunya pengunjung tempat yang luar biasa ini, terdapat juga rombongan ataupun kelompok yang camping disini. Hal ini terlihat dari tenda yang mereka dirikan. Kamipun menghampiri dan ngobrol dengan mereka. Tak lama setelah itu kami berkeliling tempat ini, mencari spot terbaik untuk mengabadikan gambar dengan objek utama semeru, bromo dan gunung batok. Aku termasuk orang yang beruntung karena aku berjalan dengan orang lokal sehingga mudah untuk nyarik tempat yang keren untuk ngeliat pemandangan luar biasa lainnya.





Setelah puas berkeliling, perjalananku pun berakhir di Desa Argosari ini. Kamipun kembali kerumah mas panji untuk sarapan dan persiapan buat perjalananku selanjutnya. Amanggg, mantab kali pengalamanku yang pertama ini. Pengalaman ini gak akan pernah kulupakan. Banyak pelajaran yang kudapatkan, salah satunya adalah harus berani melawan ketakutan yang ada pada diri sendiri. Musuh dan ketakutan terbesar adalah diri sendiri, dan untuk menghebatkanmu kau harus berani melawan diri sendiri. Pelajaran yang sangat berarti, kalo saja aku tetap takut, aku gak akan bisa sampek sini untuk melihat dan merasakan indah dan luar biasa ciptaanNya dan untuk membuktikan kalo Indonesia itu kaya. Kaya akan budaya dan alamNya.
Dan untuk menutup perjalananku di lumajang, pak panji pun menyuguhkan makanan khas desa argosari, sayur plecing. Rasanya mantab kalii meskipun hampir sama dengan plecing pada umumnya.
Sekedar informasi, Puncak B-29 berada di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dan bagi teman-teman dari luar kota lumajang yang ingin berwisata ditempat ini dengan menggunakan angkutan umum, bisa menggunakan segala jenis angkutan umum yang menuju ke kecamatan senduro, pemberhentian terakhir, setelah dari senduro harus naik ojek lagi dengan biaya 30-50rb, tergantung kita nego dengan tukang ojeknya, dan pastikan mereka akan mengantarkan hingga kepuncak karna biasanya mereka akan meminta biaya tambahan ketika hampir sampai puncak.
Bagi yang ingin menginap di desa ini, bisa menginap dirumah warga desa yang berada di pemukiman warga yang terakhir/paling ujung yang dekat dengan puncak b-29 dengan tarif 30-250rb per orang,per malamnya, tergantung jenis dan fasilitas yang kita pilih. Kalo mau dapat murah, carilah rumah warga yang biasa, yang terlihat tidak mewah karena biasanya mereka akan mematok harga yang relatif rendah.
Sekian cerita pengalaman yang aku alami sewaktu berlibur di desa argosari, sisi lain kota lumajang.
Nantik aku bakal posting ceritaku sewaktu jalan-jalan di kota pelajar, Jogjakarta, yeahhh, destinasi yang terkenal serba murah tapi gak murahan.
Sekian dulu ya abang-abang dan kakak-kakak cantik, tolong komentar dan sarannya mengenai isi tulisanku maupun cara penulisanku. 
*Bujur

You Might Also Like

0 komentar

©CeritaSiTongat 2014.. Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Followers

Kedan Awak!

Translate