Kepulauan Seribu, Surganya Jakarta

15.30.00

Eh, lu dimana ?? Dimana lu sekarang ? Terdengar suara bising dari handphoneku. Gak terasa abis perjalanan jauh dari Jogja nyampek juga di Jakarta, Ibukota yang dikenal dengan proklamasi, banjir sama kemacetannya. Oia, promosi boleh dong, catatan perjalananku di Jogja bisa diaskes di Jogja gak ada matinya !! Oya, di trip kali ini aku bareng  sama arie, teman satu kampusku yg ada di Jakarta akan melihat sisi lain Ibukota, Kepulauan Seribu, pulau indah nan sepi yang jauh dari keramaian kota Jakarta. Singkat cerita, setelah nyampek dirumahnya, kami langsung nyiapin perlengkapan buat besok ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, pusat kabupaten kota kepulauan seribu. Di…di..ayo bangun, ntar telat kita *suara arie terdengar begitu keras membangunkanku, pas aku liat jam rupanya masih jam 3.30 pagi. Dengan nyawa yang masih setengah akupun bangun dan bersiap-siap.  Gak lama beberes, kamipun langsung berangkat ke pelabuhan muara angke. Ga nunggu lama, kapal kami pun berpacu dengan derasnya ombak di pagi-pagi buta. Terlihat suasana yang sangat berbeda dengan pantai yang menemaniku menunggu senja tiba. Disini, airnya kotor bahkan berwarna hitam pekat, baunya gak enak kali, sampah disini pun berserakan. Oh,kini aku paham mengapa sering terjadi banjir, lautnya aja seperti ini, apalagi sungainya.
Huhh…kita tinggalkan sampah tadi, setelah 3 jam perjalanan, kamipun sampek di Pulau Pramuka. Pulau ini begitu indah walaupun udah mulai tercemari oleh sampah. Setelah nyampek kami langsung ke tempat sodaranya arie, tempat dimana kami menginap beberapa hari *kalo bisa gratis, kenapa harus bayar *Hahaha





















Pas udah narok barang, kami pun jalan-jalan di Pulau Pramuka, pulaunya ga luas. Dengan berjalan kaki selama 1jam.an kami bisa keliling pulau cantik ini. Oia, tadi kami sempat nyobain makanan khas kepulauan seribu, namanya “kerupuk cuek”. Dibuat dari ikan cuek yang dihaluskan dan dikeringkan. Kalo udah kering, kerupuk itu digoreng dan disajikan sama bumbu pecal. Rasanya mantab berooo. Kalo ke Kepulauan Seribu harus nyoba makanan ini. Makanan ini bisa dijumpai di warung milik warga sekitar. Gampang kok nemuinnya.






































Dan  waktu keliling tadi kami juga sempat nyari kapal buat nganter kami snorkeling besok. Setelah proses negosisasi yang cukup panjang, kami pun langsung ngasi uang muka sebagai tanda jadi buat besok. Singkat cerita, keesokan harinya kami jumpain bapak penyewa kapal yang kebetulan yang punya kapal temennya dari mamak sama bapak ari. Berangkat ketempat pertama, tempat yang luar biasa, gak kalah sama Bali, disana kami pemanasan dulu sebelum akhirnya ke tempat snorkeling yang sebenarnya. 30menitan pemanasan, kamipun langsung menuju ke tengah laut lepas untuk snorkeling, dan alamak mantab kali bah keindahan bawah lautnya. Di Kepulauan Seribu ini tempat ketigaku snorkeling dan disini memang mantab kali, ga berlebihan lah kalo Kepulauan Seribu ini disebut Surganya Jakarta. Tapi ada yang mengganjal kurasa snorkeling disini, kek ada yang aneh. Ikan kan makanannya pelet atau organisme laut kan, tapi disini enggak, bapak pemilik kapal malah ngasih ikannya roti. Aneh kan ?? Iya, aneh lah, masak ikan makan roti, kan gak cocok. Bukan apa-apa ya, tapi kan kasihan system pencernaan ikannya, ga biasa mencerna roti. Dan hal itu juga yang sempat kutanyak sama bapak itu, “Pak, ikannya kok dikasih roti, kok ga pellet aja ?” Jawab bapak itu “Apa yang ada itu yang kita pake, lagian biasanya juga pake roti kok”. Bah, parah ini kalo diteruskan, kasianlah sama ikannya. Alamak, kasian kali ikannya. Tapi mau gimana lagi bapaknya uda dikasi tau kalo roti itu ga baik untuk ikan tetap aja ngotot. Semoga kedepannya pola pikir mereka bisa berubah. Gak terasa udah 2,5jam lebih kami menikmati keindahan bawah laut Kepulauan Seribu, Surga di tengah Ibukota Jakarta”. Setelah itu kamipun balik ke dermaga untuk siap-siap balik ke tempat dimana aku harus ngebiasain diri dengan kemacetan, system lalu lintas yang terkadang ngebuat aku ingin segera menyudahi perjalanan di Ibukota Jakarta. Tapi, perjalananku di Ibukota belum berakhir, masih ada beberapa tempat lagi yang harus kukunjungi.


Note : 
  • Harga sewa kapal seharian 250rb, bisa diisi sampek 10 orang (biasanya buka harga 300-350rb, usahakan nego).
  • Harga tiket muara angke-pulau pramuka 21rb/orang
  • Jangan lupa bawa kamera under water untuk abadikan keindahan bawah lautnya (sayang kali kemarin kami ga ada kamera underwater)

You Might Also Like

1 komentar

  1. asyik bener kayaknya,hehe
    mampir juga keblog ane gan
    http://catatanperjalanan-outdoor.blogspot.com/

    BalasHapus

©CeritaSiTongat 2014.. Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Followers

Kedan Awak!

Translate