Kawah Ijen - Perjalanan Yang Penuh Makna

22.34.00

Ini celotehan pas liburan semester tahun lalu. Njirrrrrr, najis banget baru ditulis sekarang (Nundukin kepala)


Jadi, sesuai rencana yang udah kubuat, kali ini aku bakal ketemu sama Ijen, hah, Ijen ? Ijen yang merk sirup itu yak? Itu Marjan bruhh. Marjan itu bukannya juru kunci Merapi itu yak? Itu mbah Marijan bruhh.

Njir, tulisanku kok ga jelas gini.

Okay, kita serius.

Hari telah ditentukan, dan solo travelling pun jadi pilihan, semangat 45 yang menggebu-gebu pun jadi teman sepanjang perjalanan dari Denpasar (Gilimanuk) menuju pelabuhan Ketapang (Banyuwangi). Perjalanan Denpasar-Ketapang dengan menggunakan sepeda motor akan ditempuh selama 3,5jam dan Ketapang-Pos Paltuding membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam, perjalanan panjang coy.

Jadi pas nyampek di Ketapang, semangat 45 pun mulai mengendor karna hujan gerimis sepanjang perjalanan keluar pelabuhan. Untuk mengantisipasi kepanikan, akhirnya aku minta wejangan sama mbah dukun, eh mbah penjaga warung di dekat pelabuhan untuk nyari informasi, bukannya balikin semangat, si mbah malah bilang kalo sekarang ini emang lagi musim hujan.
Dan yes!! Semangat semakin hilang.

Bermodalkan semangat 45 dan hasil bertapa di warung si mbah, akhirnya aku putuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju si Ijen yang cantik, tunggu abang disana ya neng. (Cipok basah)

Berkendara sambil komat-kamit pun menjadi teman sepanjang perjalanan menuju Paltuding, dan yes! Tuhan itu baik, dia selalu menolong hambaNya yang mau lebih dekat dengan ciptaanNya, kayak si "neng Ijen" yang cantik.

Dan, akhirnya.......



" Tak ada hal yang luar biasa melalui proses yang biasa" -Edi Milala-
Its true bro!!! Selesai dengan cuaca, tantangan selanjutnya pun menyambut, taraaaaaa, di pos masih sepi dan ga ada pendaki, yang ada cuman penjaga di depan gerbang, but, never give up bro! Ngelirik sana-sini akhirnya yang ditunggu tunggu pun datang juga, yuhuuu, sekali lagi Tuhan itu beserta hambaNya yang ingin lebih dekat dengan ciptaanNya, pas lagi duduk diparkiran, ada beberapa orang naik motor dan markirin kendaraannya didekat motorku. Ah, rejeki emang ga kemana brohh (sambil nyengir).

Ga nunggu lama, dgn sedikit basa-basi yang udah sering kupake buat nebeng sama orang lain, mereka pun nawarin aku buat nanjak bareng mereka. Ahahaa emang rejeki anak sholeh.
Dengan logistik dan perlengkapan yang udah kubawa kami langsung ke ground camp untuk masang tenda dan istirahat buat persiapan nanjak nanti dini hari.

Hari semakin larut, dan pukul 1 dini har kami pun mulai persiapan buat nanjak ke neng Ijen yang cantik.
Jadi, Kawah Ijen itu adalah kawah yang jadi primadona tak hanya di Jawa Timur atau Indonesia, tapi juga primadona bagi wisatawan mancanegara dari berbagai penjuru dunia karna Blue Fire atau Api Birunya yang cuman ada dua di dunia, di Banyuwangi sama di Islandia.

Setelah semua persiapan selesai, kami pun mulai berangkat setelah sebelumnya bayar "ini" dan "anu"

30 menit pertama jalanannya landai namun agak mendaki sedikit, di 1 jam kemudian jalanannya terus menanjak hingga Pondok Bunder


Abis ngambil nyawa sekitar 15menitan, kamipun ngelanjutin pengembaraan kitab suci ke barat *Eh, apaan sih.

Okay, setelah berjalan landai dan agak menanjak sekitar sejam, kamipun sampai di Kawah Ijen yang udah ngeluarin asap belerang. Yeeeeeee
Upsss, rasa senang pun seketika hilang karna kalo mau liat Blue Fire kita harus turun lagi, harus berantem dulu sama asap belerang yang nyengat banget broooo.

Turun dengan hati-hati dan gantian dengan para penambang belerang kamipun sampai dibawah, iya didekat Api Birunya

Edannnnn!!!!
Pengalaman yang harus kalian semua rasakan. Tau kenapa? Karna kalian bakal liat kobaran api kayak birunya api dikompor gas, ya! Apinya berwarna biru brohh!

Sempet ga percaya juga dan akupun turun lebih dekat untuk mastiin kalo api itu murni dari alam. And you won't believe that, i saw Blue Fire from that Creater. Indonesia emang kaya brooo, ga usah diragukan lagi itu, terlepas dari banyaknya masalah yang dialami, GAK ADA ALASAN BUAT KITA GAK CINTA DAN BANGGA SAMA INDONESIA.
Orang luar aja bilang kalo Indonesia itu luar biasa, masa kita malah ngejelekin negara sendiri, jangan ya kakak dan abang abang semua.

Blue Fire dari si neng Ijen
Sorry kalo kabur, pake kamera hp soalnya


Setelah puas bercumbu dengan neng Ijen dan parfum belerangnya kamipun naik keatas lagi.
Hari semakin terang dan aku baru ngeh dan ngeliat dengan jelas para penambang belerang yang tadi berpapasan di sepanjang jalan.

Tau kenapa?
Gila, sempat ga percaya kalo para penambang belerang disini ga make masker atau pelindung hidung sama sekali, padahal asap belerang itu berbahaya buat kesehatan loh tapi mereka seolah meniadakan keamanan itu karna bermodalkan "sudah  biasa".




Bapak penambang dan asap belerang yang berjuang tanpa memakai masker



Sempat ngobrol dengan bapak para penambang belerang, mereka bilang dalam sehari mereka bisa 2 kali naik-turun kawah untuk ngambil belerang dengan beban 70kg dikiri dan kanannya.

Dan tau berapa harga dari belerang yang mereka bawa?
SERIBU PER KILO!!!
Harga segitu ga pantas banget dengan resiko yang mereka terima, harus bangun lebih awal hampir setiap hari, mengangkat beban yang berat dan harus mengakrabkan diri dengan asap belerang yang berbahaya bagi kesehatan. MIRISSSSS brohhhh.

Kawah Ijen memang udah dikenal luas oleh wisatawan dan sering dikunjungi oleh wisatawan domestik ataupun mancanegara, tapi kegiatan pariwisata itu seolah menganak tirikan masyarakat lokal disekitar Kawah Ijen, bukan memberdayakan masyarakat lokal, seolah memperdaya masyarakatnya sendiri.

Oiya, bagi kalian yang mau berkunjung ke Kawah Ijen jika berpapasan atau ngobrol dengan para penambang belerang, jangan sungkan untuk membagi permen atau cemilan. Bukankah "Sharing is Caring?" So, do it!

Dan satu lagi, para penambang belerang itu juga menjual souvenir/cinderamata dari belerang loh. So, bantu mereka dengan membeli sounvenirnya. Kalo aku sih pas beli dan nego lagi, soalnya harga satuannya SERIBU brohhhh, dan ga gampang loh buat souvenir itu. Agak risih juga sama orang masih tega nawar dagangan bapak itu setengah harga.
Yuk, please respect them.

Tak cukupkah wajah tua yang mengerut itu membuatmu luluh. Mereka bekerja loh, mereka ga ngemis. Kalo ga kita siapa lagi yang bakal bantu mereka?


Nih, keindahan si neng Ijen



Tulisan ini aku dedikasikan buat anak anak dari UNBRAW, orang-orang keren yang udah nemenim backpacker keren! Wuahahaa



Thanks a lot Ijen Creater. I learn alot by this trip. One day i'll be back. Once again thank you for this fucking wonderful experinced.

You Might Also Like

0 komentar

©CeritaSiTongat 2014.. Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Followers

Kedan Awak!

Translate